Showing posts with label Top 10. Show all posts
Showing posts with label Top 10. Show all posts

Di perkembangan jaman yang bertambah pesat ini secara tidak langsung masyarakat juga mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu kemudahan yang muncul ada dalam bidang commerce. Dengan munculnya hal ini masyarakat lebih memilih untuk berbelanja online dibanding dengan berbelanja biasa. Hal-hal apa sajakah yang membuat consumer lebih memilih berbelanja online dibanding berbelanja biasa? Berikut adalah alasan-alasan orang berbelanja di online shop.



1. Mengehemat waktu
Hal ini merupakan salah satu alasan utama orang-orang ingin berbelanja online. Berdasarkan data yang didapat, sekitar 73% populasi memilih untuk berbelanja online agar dapat menghemat waktu mereka ketika berbelanja. Seperti contoh, jika saya ingin membeli smartphone saya tidak perlu berjalan lama hanya untuk mencari smartphone tersebut, kita dapat mencarinya di online shop yang terdapat di Internet.

2. Mudah dalam perbandingan harga
Ketika kita mencari barang terkadang kita mencari barang-barang dengan harga yang terjangkau. Seperti contoh, ketika kita mencari TV, kita mendapatkan dua TV yang berbeda merek tapi memilki spesifikasi yang tidak berbeda jauh, pastinya kita disini ingin memandingkan harga dari ke-2 TV tersebut untuk mendapatkan harga yang termurah dan untuk melakukan perbandingan tersebut akan lebih mudah jika kita melakukannya di online shop dibanding toko-toko elektronik biasanya. Dengan adanya fitur ini sekitar 59% masyarakat lebih memilih berbalanja online.

3. Produk lebih beragam

Apa yang anda pikirkan ketika ingin belanja fashion? Pasti anda akan berpikir untuk membeli barang-barang seperti baju, sepatu, celana, gelang, topi, kacamata, dan lain sebagainya. Apakah di toko biasa dapat menyediakan sekaligus semua barang tersebut? tentu tidak. 67% orang membutuhkan keberagaman ketika mereka berbelanja seperti apa yang ada di fitur-fitur online shop sekarang.

4. Harga lebih murah
Hal ini masih menjadi perdebatan ketika harga barang di online shop bisa lebih murah dibanding toko-toko biasa. 55% orang ingin berbelanja online dikarenakan anggapan mereka akan barang yang lebih murah di online shop. Salah satu dugaan mengapa orang-orang menganggap barang di online shop bisa lebih murah biasa dikarenakan diskon-diskon yang diberikan online shop tersebut yang sebenernya tidak begitu menguntungkan bagi konsumen.

5. Pajak rendah

Di Indonesia ini merupakan hal yang serius, kenapa? Karena disini belum adanya aturan atau hukum guna mengontrol pajak barang transaksi yang terjadi di kegiatan Ecommerce Indonesia. Tetapi dikarenakan hal ini, 30% orang ingin berbelanja di online shop.

6. Tidak ada keramaianketika anda pergi kepasar pasti anda sering mendapati ramainya tempat tersebut. Kegiatan commerce yang terjadi di pasar hampir tidak terbayangkan. Banyaknya permintaan di pasar mengakibatkan ramainya juga tempat tersebut. Oleh karena itu disini 58% orang lebih memilih berbelanja online guna menghindari keramaian tersebut.

7. Hemat bensin
Anda ingin membeli barang di tempat yang jauh? Perlu bensin untuk kesana? inilah salah satu alasan orang lebih ingin membeli barang di online shop dibanding di toko biasa. Bahan bakar di jaman sekarang terutama di negara Indonesia bukanlah hal yang murah, dengan adanya online shop masyarakat lebih diringankan dalam hal mobilitas terhadap barang yang ingin mereka beli.

Kegiatan Ecommerce sudah banyak dikenal orang, mulai dari jenis-jenis Ecommerce sampai dengan Ecommerce yang dilakukan. Disini saya ingin membagikan secara acak tentang beberapa fakta Ecommerce yang ada di dunia ini.


1. 51% orang yang menghentikan pembelian di tengah proses biasa dikarenakan mereka tidak nyaman memasukan detail dari kartu kredit mereka.

2. Pada tahun 2016, total penjualan Ecommerce diseluruh dunia akan mencapai $1.915 triliun.

3. Di Inggris kedudukan laptop sebagai sarana internet dan online shop sudah diambil alih oleh smartphone.

4. Dibanding tahun lalu Ecommerce secara mobile sudah melewati angka 35% pada 3 bulan terakhir di tahun 2014.

5. Pada tahun 2013 57% masyarakat Irlandia yang menggunakan internet sudah mulai berbelanja online.
6. 95% pengguna tablet dan 72% pengguna smartphone melakukan belanja online lewat rumah.

7. Pengunaan Smartphone sebagai sarana belanja online masih kecil dibanding Komputer.

8. 10 negara dengan bisnis retail Ecommerce terbesar berdasarkan besarnya perusahaan tersebut serta potensi perusahaan dipegang oleh: Amerika, Cina, Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, Korea Selatan, Rusia, Belgia, dan Australia.

9. 71% pedagang online percaya bahwa mereka akan lebih untung dibanding berjualan di lapangan.

10. Presentase konsumen dalam menggunakan beragam gadget untuk menyelesaikan transaksi Ecommerce mereka akan lebih dari 50%.

11. Masyarakat Irlandia di negara lain menghabiskan €8.5 juta per hari di website.

12. Pada tahun 2014, 27% dari online sales inggris diciptakan dengan menggunakan tablet.

13. Pengunjung online shop lebih memungkinkan untuk meninggalkan barang belanja online mereka jika mereka tidak ditawarkan gratis pengiriman barang.

14. Konsumer yang berumur 18 sampai dengan 34 tahun, menghabiskan uang secara online lebih banyak dibanding umur-umur lainnya.

15. 81% konsumer melakukan riset akan barang yang mereka beli terlebih dahulu sebelum mereka membelinya.

16. 61% konsumer akan membaca review terlebih dahulu sebelum mereka membeli barang yang direview tersebut.

17. 60% orang irlandia yang sudah memasukan barang belanja online mereka kedalam keranjang pasti akan menyelesaikan proses belanja mereka tersebut.

18. Rata-rata, konsumer online akan berkunjung ke 3 online shop terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian.

19. 33% online sales yang terdapat di Inggris mengambil waktu di sore hari pada jam 18.00.

20. 60% memulai pencarian produk yang mereka inginkan menggunakan search engine.


Semoga informasi ini bermanfaat.

Di Indonesia bahkan di dunia sudah banyak usaha-usaha yang dilakukan olah orang banyak guna membuat bisnis mandiri bagi masyarakat. Dalam hal ini orang-orang banyak membuat model-model bisnis guna menggambarkan pemikiran mereka guna menciptkan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai positif maupun negatif dalam masyarakat.

Diperkirakan di tahun 2017 ini usaha Ecommerce di Indonesia akan masuk ke tahap stagnant dan hanya orang-orang yang dapat menciptakan value proposition, keunikan dan diferensiasi serta dilengkapi dengan kreatifitas tinggi yang dapat mengembangkan bisnis-bisnis model tersebut ke tahap yang lebih baik.

Berikut adalah daftar bisnis-bisnis dunia yang unik serta memiliki value menarik:

1. Skillshare  
Skillshare adalah sebuah platform yang diciptakan oleh Malcolm Ong dan Michael Karnjanaprakorn pada tahun 2011 sebagai tempat komunitas bagi siapapun yang ingin belajar bahkan mengajar. Pada awalnya Skillshare merupakan tempat pembelajaran yang cukup mahal. Dengan biaya US$ 20 sampai dengan US$ 25 per bulan anda sudah diajar oleh para ahli-ahli terntentu. Tapi sekarang dengan menganut konsep semua orang bisa mengajar biaya pembelajaran per bulannya adalah US$ 10.

Jadi apa yang membuat Skillshare ini unik? kebanyakan bisnis edukasi banyak menggunakan tenaga kerja yang memiliki background seperti profesor, guru, ilmuan, dokter, dan lain lain, tapi di Skillshare tidak hanya orang-orang yang bekerja di bidang edukasi saja yang dapat mengajar di Skillshare ahli-ahli yang memiliki multi talenta lainnya juga dapat mengajar di platform Skillshare ini.



2. Stitch Fix

Apakah anda pernah bermain game yang memerlukan avatar? Kalian disuruh untuk menghias avatar kalian sesuai keinginan kalian bukan? Perusahaan personal jasa styling yang diciptakan oleh Katrina Lake ini memiliki konsep yang sama tetapi apa yang kalian hias bukanlah sebuah avatar lagi tetapi diri kalian sendiri.

Melihat dari data diri yang sudah kalian masukan ke database perusahaan tersebut, perusahaan mengerti akan ukuran, bentuk, bahkan gaya hidup dan memberi konsumer opsi pakaian dan accessories.

Konsep retail yang belum pernah ada tersebut membuat binis model yang diciptakan oleh Katrina Lake ini menjadi salah satu bisnis model terunik.


3. Warby Parker
Warby Parker merupakan brand amerika yang menjual resep kacamata biasa dan kacamata hitam secara online maupun offline. perusahaan ini diciptakan oleh David Gilboa, Neil Blumenthal, Andrew Hunt, dan Jeffrey Raider pada tahun 2010.

Warby Parker memiliki konsep unik yang sama dengan perusahaan Stitch fix dimana dengan Warby Parker kita dapat mengatur kacamata yang kita sukai dengan menghilangkan middleman serta mematok harga yang murah dan memiliki pamor yang tinggi.


4. Uber
Di indonesia ada beberapa macam jasa transportasi online yang sudah banyak kita tahu seperti Grab, Go-jek, dan Uber. Tapi dari semua trasnportasi jasa tersebut, perusahaan jasa Trasi Kalanic dan Garrett Camp lah yang pertama kali menunjukan keunikan mereka dalam persaingan Ecommerce. Pada tahun 2009 mereka menciptkan platform jasa transportasi online sebagai tempat mempertemukan driver dengan pelanggan hanya dengan pencetan tombol.

"Every Private Driver", slogan tersebut merupakan salah satu kekuatan Uber. Meskipun banyak negara yang menentang adanya Uber dikarenakan mereka tidak termasuk transportasi umum melainkan transportasi pribadi, Uber tetap bisa meraup keuntungan sebesar US$500 juta pada tahun 2014 dan Uber juga sudah ada lebih di 500 kota di seluruh dunia.


5. Lunchspread 


Perusahaan ciptaan Hee Min Kim dan Andy Wang ini bersifat sebagai promotor bagi restaurant-restaurant yang baru maupun yang sudah lama. Konsep dari Lunchspread ini sama sederhananya dengan konsep Uber dimana uber mempertemukan Driver dengan pelanggan disini Lunchspread mempertemukan Restaurant dengan pelanggan (C2C).

Detail "How it works" dari perusahaan Lunchspread ini adalah, dengan fee tertentu mereka mempromosikan free samples dari restaurant ke pelanggan, biasanya orang-orang yang bekerja di kantor. Pelanggan yang ingin mencicipi free samples dari restaurant tersebut harus mendaftarkan diri mereka terlebih dahulu agar terkoneksi dengan restaurant-restaurant partner. Identitas makanan dan restaurant akan dirahasiakan agar mereka dapat menjawab survei akan sample food yang mereka konsumsi.

Keunikan yang dapat dilihat disini adalah pertimbangan Lunchspread bahwa semua orang suka makanan gratis dan mereka menggunakan itu sebagai strategi marketing mereka.


Pada artikel sebelumnya kita membahas tentang Ecommerce atau Electronic Commerce itu adalah sebuah kegiatan jual beli yang dilakukan oleh masyarakat. Dalam hal ini Ecommerce juga memerlukan fasilitas guna memudahkan kita dalam melakukan kegiatan jual beli tersebut. Dulu mungkin kita harus mencari barang yang kita inginkan dengan harus keluar dari rumah dan mencari barang tersebut seperti contoh kita harus mencari buku di toko buku terdekat, tapi sekarang dengan hanya membuka gadget kita kita sudah dapat membeli barang tersebut dan ini hal itu disebut online shopping website. Di dunia sekarang sudah banyak online shop dimana online shop tersebut menyediakan barang yang kita butuhkan. Di artikel ini kita akan membahas 10 online shop terbesar di dunia.


10. ModCloth


ModCloth adalah retailer online yang berasal dari amerika yang memiliki konsep barang jualan Indie ataupun vintage untuk pakaian wanita. Perusahaan online shop ini pertama kali didirikan oleh Susan Gregg dan Eric Koger pada tahun 2002. Dengan total pekerja sebanyak 350 orang perusahaan ModCloth ini meraup keuntungan sebesar $150 juta pada tahun 2014.


9. Zappos


Zappos adalah tempat penjualan sepatu dan baju online yang berpusat di. Perusahaan online shop ini pertama kali didirikan oleh Nick Swinmurn pada tahun 1999. Dengan total pekerja sebanyak 1,500 orang perusahaan Zappos ini meraup keuntungan sebesar $1 miliar pada tahun 2009.


8. Nasty Gal


Nasty Gal adalah retailer yang khusus menjual barang-barang fashion wanita muda. Perusahaan online shop ini pertama kali didirikan oleh Sophia Amoruso pada tahun 2006. Dengan total pekerja sebanyak 200 orang perusahaan Nasty Gal ini meraup keuntungan sebesar $300 juta pada tahun 2015.


7. Alibaba.com


Alibaba.com adalah perusahaan Ecommerce yang berasal dari negara bambu cina yang menyediakan layanan consumer to consumer, business to conusem, and business to business. Perusahaan Ecommerce ini pertama kali didirikan oleh Jack Ma pada tahun 1999. Dengan total pekerja sebanyak 46,000 orang perusahaan Alibaba.com ini meraup keuntungan sebesar CN¥ 100 miliar pada tahun 2016.


6. Mr Porter


Mr Porter adalah retailer yang rata-rata menjual barang-barang fashion pria. Perusahaan online shop ini pertama kali didirikan oleh Natalie Massenet pada tahun 2011. Dengan total pekerja sebanyak 3900 orang perusahaan Mr Poter ini meraup keuntungan sebesar €1,7  pada tahun 2015.


5. Etsy

Etsy adalah website Ecommerce yang terfokus akan barang-barang buatan tangan atau barang-barang vintage dan bahan-bahan persediaan. Perusahaan online shop ini pertama kali didirikan oleh Robert Kalin pada tahun 2005. Dengan total pekerja sebanyak 680 orang perusahaan Etsy ini meraup keuntungan sebesar $190 juta pada tahun 2014.


4. Walmart


Walmart adalah perusahaan multinational retail Amerika yang beroperasi sebagai rantai dari hypermarkets, discount departement stores, dan grocery stores. Perusahaan ini pertama kali didirikan oleh Sam Walton pada tahun 1962. Dengan total pekerja sebanyak 2,3 juta orang perusahaan Walmart ini meraup keuntungan sebesar $480 miliar pada tahun 2015


3. Asos


Asos adalah perusahaan online shop inggris yang beroperasi di bidang fashion dan beuty. Perusahaan ini pertama kali didirikan oleh Nick Robertson pada tahun 2000. Dengan total pekerja sebanyak 4000 orang perusahaan Asos ini meraup keuntungan sebesar £1 miliar pada tahun 2015.


2. eBay


Ebay adalah perusahaan multinational dan Ecommerce Amerika. Perusahaan ini pertama kali didirikan oleh Pierre Omidyar pada tahun 1995. Dengan total pekerja sebanyak 36,400 orang perusahaan Ebay ini meraup keuntungan sebesar $8,6 miliar pada tahun 2015.


1. Amazon

Amazon adalah perusahaan Ecommerce dan penyedia jasa cloud computing Amerika. Perusahaan ini pertama kali didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994. Dengan total pekerja sebanyak 260 ribu orang perusahaan Amazon ini meraup keuntungan sebesar $107 miliar pada tahun 2015.